Aspek Perbuatan Melawan Hukum Akuntansi Keuangan Perusahaan.

Aspek hukum akuntansi keuangan perusahaan sangat penting untuk dipahami oleh eksekutif perusahaan, diantaranya adalah bagian keuangan, accounting, bagian hukum dan tentunya oleh pemegang saham dan juga eksekutif perusahaan. Hal demikian bermanfaat untuk menjaga perusahaan dari perbuatan fraud ( kecurangan ) kerugian dan tentunya juga dari aspek ancaman perdata dalam bentuk gugatan dan ancaman pidana.




Dalam kesempatan ini legal bisa akan sampaikan tentang aspek perbuatan melawan hukum dalam bidang akuntansi keuangan perusahaan. Yang dalam kesempatan ini akan kami sampaikan memahami unsur schuld ( kesalahan ) karena untuk dapat dikatakan sebagai perbuatan melawan hukum adalah adanya schuld ( kesalahan ) dalam sebuah perbuatan.

Letak Kesalahan Hukum ( Schuld ) Dalam Akuntansi Yang Bisa merugikan keuangan perusahaan dan menjadi perkara pasal 1365 KUHPerdata.
Ada 2 hubungan hukum dalam akuntansi perusahaan, yaitu:
Hubungan komersial antara eksekutif dan pemegang saham, yang laporannya disebut laporan komersial. Dan hubungan fiskal antara perusahaan dengan negara ( pemerintah ) yang disebut dengan laporan fiskal. Setelah perusahaan tutup buku di akhir tahun perusahaan membuat laporan komersial, dan setelah membuat laporan komersial maka membuat rekonsiliasi fiskal untuk melaporkan pajak dengan laporan fiskalnya hingga batas yang ditentukan oleh negara ( peraturan pajak ).



Dalam melaporkan baik komersial maupun pajak, terikat dengan PSAK ( Pernyataan Standart Akuntansi Keuangan ) dalam laporan komersial dan peraturan pajak dala laporan komersialnya. Tidak standartnya laporan keuangan komersial akan berdampak pada Pasal 1365 KUHPerdata ( perbuatan melawan hukum ) hubungan antara pemegang saham dan eksekutif. Yang berdampak pula pada laporan fiskal yang ancaman hukumannya tentu pidana pajak.
Salah satu contoh kasus adalah, salah menempatkan yang seharusnya suatu transaksi dimasukan peralatan, tetapi dimasukan perlengkapan atau biaya dan sebelum habis nilai ekonomisnya digunakan untuk pribadi eksekutif. Hal demikian tentu merugikan perusahaan, yang seharusnya menjadi aset ( aktiva ) perusahaan tetapi dijadikan aset pribadi dengan mengatur akuntansinya agar bisa digelapkan ( fraud ). Contoh lain adala penggelapan dengan menggunakan modus depresiasi ( penyusutan ) dan lelangnya dibeli sendiri dengan harga yang lebih murah padahal masih laku tinggi.
Hal demikian dibutuhkan ketrampilan akuntansi forensik yang tidak hanya untuk penyidikan, tetapi untuk patroli perusahaan agar terhindar dari fraud.
Akuntan menjaga arus keuangan perusahaan tetap laba..
Auditor menjaga dan berpatroli dari kecurangan ( fraud ) perusahaan.
DAN AKUNTAN FORENSIK menjada perusahaan dari transaksi transaksi yang melanggar hukum. ( Supriadi Asia / Legal Biizaa ).




Berikut link link bermanfaat untuk mendukung aspek hukum akuntansi perusahaan.

Bagikan agar lebih bermanfaat untuk Indonesia

Tinggalkan Balasan

Ada yang bisa kami bantu? .
Image Icon
Profile Image
Biizaa Legal Customer Service
Biizaa Legal Mohon bantuan peraturan / contoh dokumen / panduan :
%d blogger menyukai ini: