Bagaimana Cara Mengetahui Seseorang Melanggar Hukum Pidana?

Hukum pidana dibuat untuk mencapai cita cita sosial yang tertib, aman, adil makmur dan sejahtera sebagaimana dicita citakan oleh suatu negara. Ada dua hal utama dalam tujuan hukum pidana, yaitu sebagai prevensi general dan prevensi individual yang artinya mencegah kejahatan dilakukan oleh masyarakat dan mencegah pula kejahatan dilakukan oleh individu, terutama jera bagi pelaku kejahatan.




Untuk menegakan hukum pidana, butuh kita pahami bagaimana kita mengetahui seseorang atau subyek hukum melanggar hukum pidana atau tidak, sehingga apabila terjadi pada orang lain kita bisa segera mengingatkan agar tindak pidana tidak terjadi dan apabila dilakukan oleh diri kita sendiri, kita bisa mencegah untuk tidak melakukan.

Untuk mengetahui seseorang melakukan tindak pidana yang pertama adalah kita mengetahui peristiwa hukum. Peristiwa yang memiliki potensi terhadap ancaman hukuman pidana. Tidak semua peristiwa merupakan peristiwa hukum, tetapi peristiwa yang terkait dengan tindak pidana yang diatur dalam KUHP secara umum dan peraturan lain secara khususlah yang merupakan peristiwa hukum dalam arti hukum pidana. Sebagai contoh mengamankan barang tetangga yang lupa belum dimasukan rumah dan rawan akan pencurian. Peristiwa tersebut bisa jadi dituduh pencurian, walau sebenarnya belum tentu pencurian, tetapi mengambil barang adalah unsur dari salah satu dalam tindak pidana pencurian. Maka sebelum mengamankan perlu kita pahami dulu tentang peristiwa tersebut akan menjadi tindak pidana pencurian atau tidak. Selain itu dalam KUHAP perkara pidana dimulai dari penyelidikan, dan penyelidikan ditujukan untuk mengetahui atau memperjelas suatu peristiwa pidana, sebagaimana contoh peristiwa tadi di atas.




Selanjutnya setelah memahami bahwa peristiwa mengamankan tersebut memiliki resiko ancaman pidana, maka kita perlu meningkatkan pemahaman kita tentang perbuatan. Apakah peristiwa tersebut merupakan perbuatan hukum atau bukan, artinya perbuatan tersebut suatu perbuatan yang dilarang oleh hukum atau bukan. Apabila perbuatan hukum kita merupakan perbuatan hukum yang dilarang, maka sebaiknya jangan dilakukan. Untuk itu sangat perlu dipahami tentang perbuatan hukum.

Perbuatan hukum adalah suatu perbuatan yang dilarang dalam hukum pidana yang dirumuskan dalam suatu tindak pidana dimana perbuatan itu dilarang dalam suatu pasal, dan terdiri dari beberapa unsur. Unsur itu harus dibuktikan semua untuk bisa dipidana. Sehingga mengambil barang belum tentu perbuatan hukum pidana apabila bukan dengan maksud memiliki, tetapi dengan maksud untuk mengamankan dan mengembalikan. Jadi sebelum kita melakukan suatu perbuatan perlu kita menganalisa apakah perbuatan tersebut beresiko ancaman pidana, yang pertama adalah kita analisa peristiwanya, jika peristiwa tersebut merupakan peristiwa pidana dimana yang kita lakukan adalah menjadi salah satu unsur dalam rumusan tindak pidana, maka kita harus hati hati. Yang kedua adalah menganali perbuatan kita, apakah perbuatan kita merupakan perbuatan yang dirumuskan dalam pasal perbuatan pidana atau tidak, apabila tidak, maka bisa kita lakukan dan apabila memenuhi unsur sebaiknya tidak kita lakukan.




Mengambil barang milik tetangga tanpa ijin bisa diduga sebuah peristiwa pidana, tetapi belum tentu perbuatan pidana, karena perbuatan pidana harus ada unsur dengan maksud memiliki, jika maksudnya untuk mengamankan, maka bukanlah perbuatan hukum sebagaimana diatur dalam pencurian. Begitu logika hukumnya.

Kesimpulannya, untuk mengetahui apakah kita atau seseorang maupun korporasi melakukan perbuatan melawan hukum, yang pertama kita pahami adalah peristiwanya karena peristiwa hukum merupakan obyek dari penyelidikan dan selanjutnya memahami perbuatannya, karena perbuatan hukum merupakan obyek dari penyidikan. Dua hal tersebut yang dijadikan ukuran dalam menganalisa apakah seseorang dapat di duga melakukan perbuatan melawan hukum pidana atau tidak. ( Supriadi Asia ).




Bagikan agar lebih bermanfaat untuk Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *