Mengapa Suami Istri Tidak Diperbolehkan Mengadakan Perjanjian.

Suami dan istri dalam hukum pidana, bisa menjadi subyek hukum masing masing. Tetapi beda dalam hukum perdata, dianggp sebagai satu kesatuan subyek hukum. Oleh sebab itu tidak diperkenankan untuk mengadakan perjanjian.

Untuk itu akan kita kupas logika hukum tentang keperdataan suami istri sebagai berikut:



Perjanjian memiliki asas terbuka artinya siapapun boleh mengikatkan dalam perjanjian dan dengan klausula apapun diperbolehkan asalkan tidak melanggar syarat sahnya perjanjian. Lalu bagaimana dengan perjanjian antar suami istri, misalnya perjanjian jual beli?…

Suami dan istri merupakan satu kesatuan subyek hukum kebendaan, artinya harta suami dan istri merupakan harta bersama ( gono gini ) sehingga tidak bisa dialihkan antara suami / istri dalam bentuk perjanjian. Dan Indonesia perkawinan bukan bersifat kontraktual ( berdasarkan kontrak ), melainkan berdasarkan agama / kepercayaan masing masing sebagaimana diatur dalam undang undang perkawinan.

Selain itu, di dalam Pasal 119 Kitab Undang Undang Hukum Perdata disampaikan bahwa antara suami istri yang masih terikat dalam suatu perkawinan, maka harta yang mereka peroleh merupakan harta bersama. Di dukung dengan undang undang perkawinan yang menyatakan hal yang sama.

Lalu bagaimana jika perjanjian contoh jual beli tetap dilakukan?..



Akibatnya adalah BATAL DEMI HUKUM, Karena melanggar syarat sahnya suatu perjanjian obyektif tentang sebab yang halal, artinya sebab yang halal adalah tidak melanggar hukum. Dalam hal ini, jual beli atau perjanjian antara suami istri dianggap tidak ada  atau tidak sah.

Hal tersebut di atas ada pengecualian apabila ada perjanjian pra nikah atau perjanjian sebelum nikah yang mengatur tentang harta mereka masing masing yang tidak dalam satu kesatuan ( bersama ).

Suami yang diperbolehkan mengadakan perjanjian adalah suami istri yang mengadakan perjanjian pra nikah, namun sebatas obyek yang diperjanjikan saat sebelum nikah. @supriadiasia.

Bagikan agar lebih bermanfaat untuk Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *