Pelatihan Perancangan Kontrak | Memahami Anatomi Kontrak.

Kontrak adalah perjanjian yang dibuat secara tertulis dan sengaja digunakan sebagai alat bukti di Pengadilan, oleh sebab itu perlu kita bagian bagian dalam kontrak atau yang kita sebut dengan anatomi kontrak. Sebenarnya tidak ada aturan baku jenis atau format dalam merancang kontrak, namun yang lazim dipakai adalah sebagai berikut:




  1. Judul Kontrak.
  2. Pembukaan Kontrak
  3. Komparasi atau Para Pihak.
  4. Recital / Premise / Sebab / Dasar.
  5. Syarat Syarat / Isi Pejanjian.
  6. Klusula Pengecualian / Khusus.
  7. Penutup.

Selanjutnya akan kita bahas satu persatu dari 7 anatomi dalam kontrak tersebut.

Judul Kontrak, judul kontrak mencerminkan isi dari kontrak, dan memiliki penafsiran yang mencerminkan isi dari sebuah kontrak. Jadi apabila isi perjanjian jual beli, maka judul perjanjian mencerminkan tentang jual beli, sehingga menguatkan apa yang ada di dalam perjanjian tersebut. Oleh sebab itu judul kontrak mencermintkan sebuah penafsiran isi kontrak dan memperjelas atau memperkuat isi dari sebuah kontrak. Judul kontrak ini biasanya ditulis dalam bentuk baku dan singkat serta diberi nomor apabila dibutuhkan.




Pembukaan Kontrak, pembukaan kontrak merupakan awal dari sebuah perjanjian, biasanya berisi tentang waktu dan tempat ditantandatanganinya kontrak tersebuat atau kontrak tersebut dibuat. Walau hanya berisi waktu dan tempat kontrak dibuat, pembukaan ini sangat penting karena waktu akan mempengaruhi kapan perjanjian tersebut berlaku dan tempat akan akan mempengaruhi yurisdiksi suatu pengadilan perdata yang berwenang mengadili. Apabila ditanda tangani di Kabupaten Kediri, maka yang berwenang memerika dan mengadili adalah Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri apabila tidak diperjanjikan lain secra khusus. Oleh sebab itu, maka pembukaan ini penting untuk diperhatikan dalam merancang sebuah kontrak.

Contoh:

Pada Hari ini, Sabtu 30 November 2019 di Kediri, kami sepakat mengadkan perjanjian antara: ……




 

Komparasi, merupakan bagian yang menyebutkan para pihak beserta kedudukan dan kewenangannya. Komparasi ini berisi identitas para pihak yang mengadakan perjanjian serta untuk dan atas nama apabila mewakili pihak lain atau badan hukum. Untuk itu perlu dicantumkan dalam perjanjian. Dengan komparasi kita akan dapat melihat usia dari para pihak yang akan berpengaruh terhadap syarat sah suatu kontrak. Selain usia, kita juga bisa melihat kapasitas dalam melakukan perbuatan hukum yaitu dalam mengadakn perjanjian. Apakah pihak tersebut memiliki kapasitas dalam membuat perjanjian atau tidak. Sebagai contoh, maka yang dapat menandatangani perjanjian adalah Direktur Utama, maka pihak lain tidak boleh melakukan perjanjian atau menandatangani perjanjian, kecuali ditentukan lain, seperti dalam AD/ART atau memiliki kuasa khusus. Sehingga sebelum kita melakukan perjanjian, kita perlu cek dahulu komparasi atau para pihak yang mengadakan perjanjian, apakah sudah dewasa, mampu mempertanggungjawabkan secara hukum dan lain lain. Dengan begitu komparasi akan mencerminkan kedewasaan seseorang untuk diri sendiri atau mewakili dalam hukum yang mempengaruhi syarat sahnya perjanjian. ( supriadi / biizaa ).




Bagikan agar lebih bermanfaat untuk Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *