Pelatihan Perancangan Kontrak | Pentingnya Para Pihak Atau Komparasi Dalam Kontrak.

Dalam anatomi perancangan kontrak, selain judul perlu dipahami tentang komparasi atau bagian yang menyebutkan tentang identitas dan kedudukan para pihak dalam melakukan perbuatan hukum, yaitu perjanjian. Hal ini penting karena akan berpengaruh terhadap syarat sahnya kontrak, terutama tentang kecakapan dalam melakukan perbuatan melawan hukum.




Dalam melakukan perjanjian para pihak bisa bertindak untuk dirinya sendiri ( bukan mewakili ) juga bisa bertindak untuk dan atas nama, baik orang lain maupun badan hukum yang diwakilinya. Untuk diri sendiri biasanya menyebutkan:

  1. Nama
  2. Pekerjaan.
  3. Tempat / Tanggal / Lahir / Usia.
  4. Alamat atau Domisili.

Nama mencerminkan identitas para pihak yang melakukan perjanjian, tempat dan tanggal lahir atau usia mencerminkan umur atau usia para pihak yang mengikatkan diri, hal ini akan mencerminkan apakah usia para pihak yang mengikatkan diri dalam suatu perjanjian sudah dewasa apa belum. Apabila belum dewasa maka perjanjian tersebut memiliki konsekuensi dapat dibatalkan oleh pihak lain. Untuk itu penting mencantumkan usia atau tanggal lahir para pihak yang berkaitan dengan syarat sahnya kontrak tentang kedewasaan.




Selanjutnya adalah alamat atau domisili, alamat atau domisili ini akan mempengaruhi apabila terjadi gugatan atas perjanjian tersebut. Actor Sequitor Forum Rei, pengadilan mana yang berwenang mengadili dipengaruhi oleh alamat atau domisili para pihak jika tidak ditentukan lain dalam pernjanjian tersebut, misalnya memilih pengadilan yang berwenang jika terjadi sengketa.

Selain sebagai diri pribadi, seseorang mengikatkan diri bisa karena untuk dan atas nama orang lain atau badan hukum, tentu hal ini memiliki pengaruh terhadap syarat sahnya kontrak, terutama tentang kecakapan dalam melakukan perbuatan hukum. Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam mencantumkan komparasi bagi seseorang yang mewakili sebuah badan usaha. Yang pertama adalah siapakah yang paling berhak mewakili untuk dan atas nama badan usaha tersebut yang kedua adalah bagaimana hubungan hukum antara orang yang mewakili untuk dan atas nama dengan badan hukum tersebut.




Secara umum yang berhak mewakili untuk dan atas nama dalam perjanjian adalah pimpinan eksekutif tertinggi, jika Perseroan Terbatas adalah Direktur, namun bisa ditentukan lain dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga bahwa tidak hanya Direktur, tetapi Direktur keuangan, pemasaran dan lain lain pun bisa melakukan perjanjian. Semua tergantung secara lex specialis dalam peraturan perusahaan masing masing.

Biasanya untuk mewakili sebuah badan usaha baik badan usaha berbadan hukum atau bukan berbadan hukum, dituliskan ” Untuk dan atas nama, bertindak sebagai bla bla bla “. Dengan menyebutkan jabatan dari seseorang yang mewakili tersebut, sehingga mencerminkan hubungan hukum antara orang yang bertindak untuk dan atas nama dengan badan usaha yang diwakili. Atau jika dengan surat kuasa, berdasarkan surat kuasa tertanggal bla bla bla. ( supriadi asia / biizaa ).

 

Bagikan agar lebih bermanfaat untuk Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *