Mengapa Suami Istri Tidak Diperbolehkan Mengadakan Perjanjian.

Suami dan istri dalam hukum pidana, bisa menjadi subyek hukum masing masing. Tetapi beda dalam hukum perdata, dianggp sebagai satu kesatuan subyek hukum. Oleh sebab itu tidak diperkenankan untuk mengadakan perjanjian.

Untuk itu akan kita kupas logika hukum tentang keperdataan suami istri sebagai berikut:



Perjanjian memiliki asas terbuka artinya siapapun boleh mengikatkan dalam perjanjian dan dengan klausula apapun diperbolehkan asalkan tidak melanggar syarat sahnya perjanjian. Lalu bagaimana dengan perjanjian antar suami istri, misalnya perjanjian jual beli?…

Suami dan istri merupakan satu kesatuan subyek hukum kebendaan, artinya harta suami dan istri merupakan harta bersama ( gono … Selengkapnya